Home Tulisan Batu Permata Dunia Akhirat

Batu Permata Dunia Akhirat

106
0
SHARE

Batu Permata Dunia Akhirat
Oleh : Yahdi Ilar Rusydi

Bermakna tampa arti dan sangat berari bila di gunakan pada tempat yang di ridhai oleh rabbi.
Adakalanya manusia menceritakan batu sebagai perhiasan
Ada juga cerita batu sebagai batu loncata
Ada pula yang kena batunya
Ada yang memahami batu sebagai titik akhir setelah kematian, yaitu batu nisan.
Hajarul aswat bukanlah batu perhiasan, bukan sebagai batu loncatan, bukan sebagai batu nisan dan bukan pula kena batunya.
Orang orang yang mendapatkan Hajarul aswat adalah orang orang beruntung dan akhir dari cerita kehidupan akan tetap harus menerima gelar almarhum yang di sandangnya dan mendapat dua mendali setelahnya dan itu adalah batu nisan.
Sementara sebelum kena batunya mampukah kita untuk mengimplementasikan dalam kehidupan beragama dan bernegara agar kita menjadi manusia yang berguna bagi bangsa, negara dan yang terutama agama.
Hari ini manusia banyak yang memposisikan diri sebagai sosial animal ( hewan paling serakah) yang mengejar gelar al mal’un, miris saranya bila terkena batu yang demikian.
Inilah fakta kehidupan yang di kejar oleh orang orang serakah di dalam dunia.
Maka jangan heran gelar Al mal’un akan di sandang oleh orang orang yang terkena batunya, yang walau batu nisan tetap di dapatkannya sebagai tropi akhir kehidupan dunianya.
Mengingat kondisi idiologi bangsa kita yang terkena dengan batu kerikil tajam pancasilais, yang telah membawa muzharat yang sangat amat menyesatkan, maka dari itu mari kita saling bahu membahu memerangi idiologi tersebut agar kita jangan di gelar dengan generasi penakut yang tak patut dan dalam keadaan bangkrut dunia akhirat, sampai tiada yang bisa kita banggakan akibat kebodohan dan ketakutan kita.
Sebagai hamba sangat layaklah sudah kita untuk berjihat menegakkan hukum Allah di bumi serambi mekah ini, karena Allah maha di antara maha yang telah mewahyukan kepada rasulnya hukum hukum buat kita, agar gelar almarhum dapat kita sandangkan sebagai hamba yang di banggakan dan di panggil oleh setiap pintu syurga kelak di hari kiamat.
tropi ini tidaklah mudah di gapai bila tidak kita usakan sampai ketitik permata dunia akhirat.