Home Berita Dpw GAMNA KUTUK INSIDEN KEKERASAN DI BIREUN

Dpw GAMNA KUTUK INSIDEN KEKERASAN DI BIREUN

98
0
SHARE

Gubernur dan Ormas Kutuk Insiden Bireuen

Serambi Indonesia

Rabu, 02 April 2014 15:38 WIB

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah mengutuk keras penembakan mobil berstiker Partai Aceh (PA) di Desa Geulanggang Teungoh, Kota Juang Bireuen, pada Senin (31/3) pukul 21.00 WIB yang menewaskan tiga dari sebelas penumpang mobil tersebut. Satu di antaranya bayi berumur 1,5 tahun.

“Atas nama Pemerintah Aceh, kami mengutuk keras perilaku sadis dan tidak manusiawi itu,” kata Gubernur Zaini di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Selasa (1/4) sore, saat membesuk Fakrurrazi (40), salah satu korban penembakan di Bireuen yang meski terkena peluru, tapi nyawanya masih tertolong.

Dalam kesempatan itu, Zaini Abdullah menyampaikan duka cita yang mendalam. Ia juga memberikan bantuan Rp 5 juta kepada warga Desa Blang Poroh, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen itu.

Zaini berharap korban cepat pulih pascaoperasi dan bisa kembali beraktivitas. “Jangan pikirkan apa pun, jangan bebani pikiran, tapi harus fokus berobat. Semua biaya ditanggung Pemerintah Aceh,” kata Doto Zaini menyemangati pasien.

Pemerintah Aceh, tambah Zaini, juga akan memberikan santunan kepada para korban yang meninggal dalam insiden di Kota Juang itu.

Gubernur juga meminta kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan aksi kekerasan menjelang Pemilu Legislatif 9 April 2014.

Zaini Abdullah juga berharap aksi tersebut tidak berlanjut dengan respons yang berlebihan dari masyarakat. “Biarlah aparat penegak hukum yang mengungkapnya, masyarakat jangan terpancing. Kalau kita terpancing, maka itulah yang diharapkan oleh para penebar teror kekerasan di Aceh, mereka yang menang karena maksudnya tercapai,” kata Gubernur Zaini.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PA Bireuen, Darwis Jeunieb, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dan menangkap pelaku penembakan terhadap Juwaini dan putranya, Khairil Anwar yang masih berusia 18 bulan, serta adik iparnya, Azirwati.

“Kami harapkan kasus ini harus segera terungkap, karena kami ingin pemilu legislatif dapat berjalan damai dan tertib. Kami sangat sedih kader Partai Aceh menjadi korban, apalagi seorang balita tanpa dosa dan seorang siswa ikut jadi korban. Aparat penegak hukum harus bisa mengungkap kasus penembakan ini,” tegas Darwis Jeunieb.

Ketua Umum Pengurus Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Aceh, Hidayat Al Mardy juga mengecam penembakan tersebut. “Hal ini tentu tidak dapat ditolerir. Oleh karenanya kami minta pihak kepolisian segera mengungkap kasus tersebut. Tidak boleh ada pembiaran sedikit pun karena dapat menjadi virus yang mencederai perdamaian di Aceh,” ujarnya.

Badko HMI Aceh juga meminta penyelenggara pemilu harus berani mengambil keputusan konkret bagi setiap pelanggaran yang masuk pada ranah kriminalitas. “Kalau partai politik terlibat, penyelenggara pemilu harus berani menindak partai yang melakukan tindak kekerasan itu supaya dicoret dari peserta pemilu di Aceh,” imbuh Hidayat.

HMI Cabang Bireuen dan sejumlah organisasi lainnya di Bireuen juga mengecam tindakan brutal tersebut. Ketua HMI Cabang Bireuen, Muammar Kadafi kepada Serambi mengatakan, HMI menyayangkan kenapa menjelang pemilu memilih wakil rakyat harus ada pertumpahan darah. “Bukankah Aceh sudah damai dan aman dan Aceh bukan lagi daerah konflik. Kami mengharapkan kasus tersebut diusut tuntas dan pelakunya diseret ke pengadilan,” ujarnya.

Nada yang hampir sama diutarakan Pengurus DPW Gema Aneuk Muda Nanggroe Aceh (Gamna) Bireuen. “Hendaknya semua pihak berpikir bijak dan serius menghindari berbagai bentuk kekerasan,” kata  Tgk Martonis SPdI, Ketua DPW Gamna Bireuen.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Koalisi NGO HAM Aceh, Zulfikar Muhammad juga mengirim siaran pers kepada Serambi untuk menanggapi penembakan di Bireuen tersebut. Menurutnya, sesuai catatan Koalisi NGO HAM, peristiwa ini merupakan tragedi terkeji dan tak berprikemanusiaan dari seluruh rangkaian kekerasan menjelang Pemilu 2014 di Aceh.  

“Kami menilai kinerja Kapolri masih lemah, terutama dalam mereduksi kekerasan bersenjata api, meski pasukan keamanan telah ditambah. Kami menantang Kapolri harus mengungkap kasus ini sebelum Pemilu 9 April 2014. Jika tidak, pemilu di Aceh akan gagal dalam memberikan pemenuhan hak politik kepada rakyat,” kata Zulfikar.

Seorang warga Bireuen mengirimkan SMS rasa belangsungkawanya kepada Serambi kemarin: Selasa yang kelabu, mendung menggantung, cuaca alam ikut berduka dengan pemandangan miris dan memilukan.

Seorang bocah yang suci berbaring menemani ayahandanya dalam satu ruangan tanah merah. Di situ kuburan mereka istirahat bersama menuju alam ketenangan, alam damai. Istirahatlah anak manis dengan orang-orang yang terkasih. Damailah engkau di sana.(dik/sal/yus/c38)