Home Tulisan KATA NA LON TUAN, YANG TERLUPAKAN

KATA NA LON TUAN, YANG TERLUPAKAN

95
0
SHARE

Kata Na Lon Tuan, yang terlupakan

Jarum Jam udah bergerak pukul 14  dan Shalat zhuhur telah di laksanakan acara di mulai kembali dan semua peserta kembali menempati kursinya masing-masing dan yang hebatnya kali ini acara sampai jam 17 sore tidak di isi oleh narasumber, waktu selama tiga jam tersebut di berikan kepada pesera untuk mebahas apa kiranya yang layak di lakukan agar Aceh tidak bergolak? tiba-tiba salah seorang peserta menyarankan saya untuk memaparkan makna “NA LON TUAN”  yang agak lebih luas karena tadi kesempatan sangat terbatas berhubung waktu mendekati jam istirahat dan secara spontan yang lainnyapun mengiakan dan moderatorpun menyambut dengan pertanyaan yang sama pada saya dengan ucapan bagai mana saudaraku siapkah saudara nenempati posisi saya di kali kedua?

Dengan tersenyun sayapun menyanggupi sambil berucap insya Allah.
lalu sayapun melanjutkan acara tersebut, saudara-saudara hari ini kita di tuntut untuk mengembalikan harkat dan martabat Bangsa dan Negeri kita, pada dasar mulanya dan kita disini berada di posisi orang yang lemah, sementara lawan dari kita berada di posisi yang lebih kuat dalam hitungan secara lahiriah, namun beda halnya dengan hitungan Allah, karena bila Allah mengehendaki semua bakal terjadi dan itu tidak akan ada satu manusiapun yang mampu untuk melawan.
Dari itu sebagai Bangsa yang bermarwah marilah kita mulai semua ini dari yang sekecil apapun sampai sesederhana manapun hingga sebesar manapun dan insya Allah yakinlah bahwa Allah akan membantu kita untuk mengembalikan hak kemerdekaan kita sebagai Bangsa di muka bumi.
Yang perlu kita pahami dulu adalah makna merdeka yang sesungguhnya, jangan asal ada kalimat merdeka kita berpikir sudah menyelesaikan masalah padahal merdeka tanpa mengetahui makna merdeka bukanlah menyelesaikan masalah namun malah sebaliknya menimbulkan masalah yang lebih besar.
Secara bersama kita sudah melihat dan merasakan apa yang di alami oleh bangsa kita dan kita selama ini, selama terjadinya penanda tanganan MOU Helsingki dalam arti kata lain ( merdeka di dalam bingkai nkri).

disini karena para pihak tidak memahami makna merdeka maka hasil yang di terima adalah hasil yang mengecewakan.
Dari itu pahami dan rasakan apa saja yang di gambarkan pada kita, jangan sampai tujuan menjadi hayalan dan hayalan menjadi tujuan. maka saya secara pribadi memahami dan mendefinisikan merdeka bermakna KEKAL dengan tanpa ada embel-embel di belakangnya.
Dengan demikian kita harus mengembalikan kata-kata” NA LON TUAN” pada dasarnya jangan menghilangkannya karena melahirkan PEMIMPIN merupakan suatu kewajiban bagi kita bangsa Aceh yang berdaulat dan bermartabat. pemimpin tersebut adalah mereka yang pantas dan memang berhak menjadi pemimpin bukanlah asal di pilih dan memimpin tanpa ada ilmu dan arah tuju. setuju atau tidak semua terpulang kepada kita bangsa Aceh? mau merdeka didalam nkri seperti sekarang ini atau merebut dan mengembalikannya kepada empunya hak, yaitu MERDEKA SECARA BERDAULAT DI DALAM LINDUNGAN ALLAH DENGAN SISTIM KHALIFAH DAN TIADA EMBEL-EMBEL Berhala dan syirik kepada Allah.

Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan dalam waktu yang singkat ini dan semoga menjadi pertimbangan bagi kawan-kawan seperjuangan semoga kedepan kita tidak menjadi para pihak yang membuat masalah baru untuk generasi selanjutnya dan marilah kita sama- sama memulai ini dengan niat ikhlas dan dengan Bismillahi tawakkaltu a’lallah la haula wala kuuwata illa billah salamatan fiddin dunya wal akhirah minal a’dil wal faidin.

Assalamu a’laikum warahmatullahi wabarakatuh.

TGK. SYEH MEUHIDANG. S. mh
bersambung…..