Home Berita Kekerasan Anak Marak di Aceh DPW GAMNA Pidie Mengecam

Kekerasan Anak Marak di Aceh DPW GAMNA Pidie Mengecam

124
0
SHARE

Aceh, Obsessionnews- Maraknya tindakan kekerasan pada anak, baik kekerasan fisik maupun psikis, sepertinya tidak terelakkan dan kini menjadi fenomena laten di kalangan masyarakat. Fenomena asusila di bawah umur menjadi kabar berita hangat tiap harinya. Akhir-akhir ini di daerah Nangroe Aceh digegerkan maraknya anak di bawah umur diperkosa hingga kemudian tewas.

Ketua Dewan Pimpina Wilayah Gema Aneuk Muda Nangroe Aceh (DPW GAMNA PIDIE) Munawir Abdullah mengecam tindakan pemerkosaan yang dilakukan salah-satu warga Keumala terhadap salah-satu murid kelas 3 SD di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

“Sungguh kita sesalkan tindakan yang tidak beretika ini, kami atas nama DPW GAMNA PIDIE mengecam tindakan asusila ini dan mendesak pemerintahan Aceh dan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini,” ungkapnya pada Obsessionnews.com, Jumat (2/10/2015).

Munawir mengatakan, situasi Aceh saat ini rawan terhadap kekerasan anak, setidaknya kurun waktu September ini sudah tiga kasus kekerasan terhadap anak-anak. Parahnya dua diantaranya meninggal dunia.

Dijelaskan bahwa fenomena pertama kasus pengeroyokan terhadap Nurul Fatimah salah-satu murid MIN Keunaloi di Kecamatan Seuliman, Aceh Besar hingga berujung tewasnya Nurul 29 September 2015.

Kedua, lanjut dia, kasus pembakaran bocah 6 tahun di Kecamatan Padrah Brieun 4 September lalu hingga nyawanya tidak bisa terselamatkan. Ketiga, kasus pemerkosaan terhadap salah satu murid SD pada 28 September 2015 di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Menurut Munawir, dalam mengantisipasi kekerasan pada anak menyarankan agar orang tua anak tetap berperan aktif sebagai guru pertama. Ia juga menginginkan agar kekerasan anak di Serambi Mekkah itu tidak diulangi lagi sebab katanya kekerasan anak tidak saja merusak masa depan anak namun juga merusak karakter bangsa dan negara.

“Kita mengharapkan kasus-kasus seperti ini tidak terulang kembali di Bumi Serambi Mekkah. Orang tua harus tetap menjadi guru pertama dan pelindung bagi keselamatan anak-anak dari tindakan kekerasan oknum yang beretika,” imbaunya.

Selain peran orang tua, Munawir juga menilai peran dan kesadaran pemuda-pemuda sangat penting dalam mengantisipasi kekerasan anak dengan senantiasa memberi penguatan khususnya di Pagei Gampong. “Ini penting untuk kita sadari kembali agar kedepan tidak terjadi lagi kekerasan terhadap anak-anak di bawah umur,” tegasnya. (Asma)