Home Tak Berkategori Kita tidak di benarkan sombong

Kita tidak di benarkan sombong

94
0
SHARE

Kita tidak di benarkan sombong

Kita datang dari tiada, untuk apa kita sombong

Dari azali, Luh mahfud asal mula,

kemudian kita di taqdirkan ke alam kandungan.

Setelah itu kita di lahirkan ke alam dunia yang saat ini kita tempati,

Yang taqdir itu harus kita jalani hingga ajal kita nanti.

Setelah kita meninggal nanti,

kita akan tempati yang namanya alam kubur yang sangat sepi dan sendiri.

Kita sambil tunggu hingga waktu tiupan sangkarkala tiba,

Hingga saat alam semesta ini dihancurkan semua tanpa sisa selain  Allah.

barulah kita akan menuju kesuatu tempat yang dinamankan hari kebangkitan,

Hingga dimana para ummat manusia akan di bangkit kembali.

Setelah kebangkitan kita menuju Lagi ke Padang masyar,

Yang mana di sana tempat perkumpulan para manusia yang telah di bangkit.

Perkumpulan manusia untuk memperoleh Syafaat Nabi,

Nabi Junjungan Alam Muhammad khatimul Ambiya,  yang mampu memberikan syafaat akan ummatnya, untuk para ummatnya semasa di dunia senantiasa mengucapkan Sallahu’alamuhammad di setiap saat untuk mengharap akan syafaatnya.

Menuju hari penuntuan,  disini amalan yang pernah anak manusia laksanankan semasa di dunia, akan di hisab walau sekecil apapun ia, akan menentukan apa saja yang pernah kita kerjakan semasa di Dunia. para Manusia akan menghadapi akan hakim hakiki di Hari Hisab.

Setelah penghisapan amalan-amalannya manusia akan menerima Penyerahan catatan amal,

Catatan sesuai apa yang pernah kita lakukan semasa hidup di dunia,

baik itu kejahatan maupun kebaikan walau hanya sekecil biji gandum umpamanya, akan nampak nyata tanpa rekayasa.

Timbangan amalan -amalan kebaikan dan keburukan semasa di dunia akan nyata tampak di mizan Allah berbetuk apapun kerjaan kita nyata di hadapan kita di Mizan, baik itu kebaikan maupun keburukan tanpa kecuali.

Telaga Rasulullah, merupakan tempat dimana ummatnya akan meminum air disuatu tetaga yang di janjikan,  telaga yang menjamin para ummat akan surga.

Sirat, titian yang akan di lewati oleh setiap Manusia,

penentu para ummat akan menjadi ahli Neraka atau ahli Surga.

Neraka tempat Akhir para mereka yang menjadi penduduk Neraka,

tempat penghakiman hukuman bagi mahkluk Allah semuanya kekal selamanya, hingga ketentuan yang telah di tetapkan.

Surga bukti pembalasan kebaikan Allah terhadap Mahkluknya yang telah di Janjikan akan pembalasan kanaikan anugerah bagi Makhklunya,

menjalankan perintah sesuai perintahnya semasa di Dunia, yang telah di samapaikan lewat Rasulnya.

Maka kita tak talak sombong di Dunia fana ini,

Maka kita wajib meng hayati tahapan hidup yang akan terjadi,

Tanpa kecuali siapapun kita, apapun jabatan yang kita amanatkan saat ini.

Dimanapun kita, akan menghadapi tahapan yang di bingkai oleh Ilahi ini.

Tersadarlah kita, akan  amaran  Yang telah di sampaikan Oleh Rasulullah.

Semoga kita menjadi ahli Surga kelak nanti, di Akhir penentuan ilahi Rabbi.

Dengan kerendahan hati kita, semoga kita tidak menjadi hamba sombong.

Dengan kemurahan Allah, atas Nikmat yang di amanahkan ke kita saat ini

Senantiasa kita syukuri, untuk kita kelola hingga menjadi teman kita nanti.

Sigli, 30 Mei 2016

Penulis: IYS