Home Berita SMA Negeri Modal Bangsa adalah sekolah dengan pola Kolonialis Belanda yg masih...

SMA Negeri Modal Bangsa adalah sekolah dengan pola Kolonialis Belanda yg masih tersisa di Indonesia khususnya Aceh.

99
0
SHARE

SMA Negeri Modal Bangsa adalah sekolah dengan pola Kolonialis Belanda yg masih tersisa di Indonesia khususnya Aceh.

Sekolah ala Belanda.

SMA Negeri Modal Bangsa adalah sekolah dengan pola Kolonialis Belanda yg masih tersisa di Indonesia khususnya Aceh.
Di sini hanya mendidik anak pejabat & konglomerat lokal Aceh.

Sementara setiap tahun uang rakyat Aceh di alokasikan ke sekolah tersebut karena itu memang Sekolah Pmerintah bukan swasta.

Sementara banyak anak-anak  Aceh di pelosok Kabupaten, Kecamatan dan desa-desa yang Cerdas Namun kurang beruntung secara Finansial tidak bisa mengakses untuk masuk ke Sekolah ini.

Beberapa waktu lalu ujian test masuk sekolah tersebut di gelar, tepatnya 2 bulan sebelum ujian akhir nasional SMP.
Anak kandung saya ikut mendaftar dan meminta izin,
saya merasa aneh, bagaimana mungkin seorang anak SMP yg belum melalui proses Ujian Akhir namun sudah mendaftar untuk test penerimaan SMU !!!

Lalu saya berdiskusi dengan Istri dan memberinya izin untuk mengikuti test tersebut dengan syarat jangan membawa-bawa status saya sebagai pejabat.

Seiring berjalannya waktu banyak sekali pihak melalui teman sahabat dan kerabat meminta saya untuk mengeluarkan rekomendasi agar putra putri mereka bisa mengecap pendidikan dan bersekolah di tempat bergengsi tersebut.

Malam ini saya meminta maaf bahwa rekomendasi itu tidak saya keluarkan karena saya tidak mau membiasakan yang salah, yang berefek juga anak kandung saya juga tidak di terima di sekolah tersebut karena tidak memenuhi kriteria calon murid.

Beberapa orang tua calon murid yang gagal juga mengeluh kepada saya via telepon bahwa rata-rata yang lulus adalah anak pejabat dan pengusaha Aceh Pak Zal.

Saya tidak pernah ingin mengobarkan api kebencian ini karena pengumuman sudah terjadi sebulan yang lalu.

Tapi hal ini telah mengusik rasa keadilan terhadap persamaan hak atas ilmu dan pendidikan yang layak.

Seorang senior kanda Mukhlis Mukhtar pernah menulis pada status FB nya

” jika jantungmu bergetar dan air matamu menetes melihat ke tidak adilan maka engkau sahabatku “

Saya butuh sahabat sahabat ahli dan praktisi hukum untuk bersama sama saya menggugat agar sekolah ini di tutup demi rasa keadilan.

Dan menindak tegas beberapa sekolah lanjutan menengah umum lainnya yg jauh lebih awal memproses penerimaan siswanya. pada hal semuanya harus tunduk pada satu institusi kementrian dan institusi dinas Pendidikan daerah.

Orang bodoh juga berhak menjadi pintar, karena kebodohan salah sumber kemiskinan.

Menjadi pintar adalah hak semua warga negara, bukan cuma hak kaum bangsawan.

Saya yakin niat sang penggagas sekolah ini ingin menjadikan lebih banyak anak aceh yang cerdas tapi perjalanan waktulah yang telah merubahnya.

Allah lah yang lebih tau segalanya.

* Permohonan maaf saya kepada seluruh alumni modal bangsa, bila dalam perjalanannya saya dan rekan rekan berhasil menutup sekolah kebanggaan kita ini.

Kalau informasi yang saya terima keliru boleh di luruskan.

Kami dari gamna merasa tulisan catatan fb ini layak kami terbitkan untuk dapatmkita semuat tau akan proses keadilan, dan proses penjajahan pendidikan ala moderen,

Semoga kita harapkan para pihak mendengar akan problem seperti ini dan di carilah jalan keluar yang baik, demi keadilan sesama Aceh.

 

Penulis : Asrizal H Asnawi catatan fb